Selasa, 09 November 2021

Audio ke-83: Pembahasan Membaca Al-Qur'an dengan Tartil dan Memperbagus Suara ketika Membacanya Bag 05

╔══❖•ೋ°📖° ೋ•❖══╗
                     Whatsapp              
         Grup Islam Sunnah | GiS
          *☛ Pertemuan ke-83*
╚══❖•ೋ°👥° ೋ•❖══╝ 

🌏 https://grupislamsunnah.com/ 

🗓 RABU
        05 Rabi'uts Tsani 1443 H
        10 November 2021 M

👤  Oleh: Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny M.A. حفظه الله تعالى 

📚    *Kitab Shifatu Sholatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Minattakbiri ilattaslim ka-annaka Taroha (Sifat Shalat Nabi mulai dari Takbir sampai Salamnya seakan-akan Anda Melihatnya) karya Asy Syekh Al-Albani -Rahimahullah.* 

💽  Audio ke-83: Pembahasan Membaca Al-Qur'an dengan Tartil dan Memperbagus Suara ketika Membacanya Bag 05 

══════════════════    

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن تبع هداه 

Kaum muslimin dan kaum muslimat yang saya cintai karena Allah, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama mengkaji sebuah kitab yang sangat bagus yang ditulis oleh Asy Syaikh Al Albani rahimahullah, yakni kitab Sifat Shalat Nabi atau sebagaimana judul aslinya Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Minattakbiri ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi Mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya).

Kita dalam pembahasan 

[ تَرتِيلُ القراءةِ وَتَحْسِيْنُ الصَّوْتِ بها ] 

"Membaca Al-Qur’an dengan tartil dan membaguskan suara ketika membaca Al-Qur’an" 

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Musa Al Asy'ari, 

❲ لو رأيتني وأنا أستمع لقراء تك البارحة، لقد أوتيت مزمارا من مزامير آل داود ❳
  
Kata Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Wahai Abu Musa, seandainya tadi malam engkau melihat aku ketika aku mendengar bacaan Al-Qur’anmu, sungguh engkau telah diberi suara yang sangat bagus dari suara-suaranya Nabi Daud." 

Nabi Daud itu suaranya sangat bagus sekali, dan kalau mengiramakan sesuatu terdengar sangat enak sekali. Sahabat Abu Musa Al Asy'ari juga demikian. Beliau suaranya indah dan ketika melakukan Al-Qur’an atau mengiramakan bacaan Al-Qur’an juga sangat indah sekali, sampai Rasulullah takjub. Dan Rasulullah sangat mencintai bacaan sahabat Abu Musa Al Asy'ari. 

Pernah beliau diperintahkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk membaca Al-Qur’an. Kemudian sahabat Abu Musa Al Asy'ari mengatakan, "Wahai Rasulullah, bukankah Al-Qur’an diturunkan kepadamu, kenapa saya yang harus membacanya?" 

Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan, "Saya ingin mendengar bacaanmu." 

Ketika sampai pada ayat yang menjelaskan tentang Nabi kita Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa sallam bahwa Beliau diutus kepada umatnya dan akan menjadi saksi bagi umatnya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menangis karena merenungi bacaan dari sahabat Abu Musa Al Asy'ari. 

Setelah itu, ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan, "Wahai Abu Musa, kalau saja engkau tadi malam tahu aku mendengar bacaanmu secara langsung dan engkau mendengar dengan bacaan yang sangat indah sekali." 

Abu Musa mengatakan, 

[ لو علمت مكانك ، لحبرت لك تحبيرا ] 

Beliau mengatakan, "Seandainya saja aku mengetahui aku sadar bahwa engkau mendengar bacaanku, maka aku akan lebih mengindahkannya lagi." 

Inilah Abu Musa Al Asy'ari Radhiallahu 'anhu. 

Ini tentang melakukan atau membaca Al-Qur’an dengan irama yang indah, bahwa itu merupakan sunnah Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau sendiri melakukannya. Beliau juga menganjurkannya kepada umatnya dan Beliau mentaqrir perbuatan sahabat Abu Musa Al Asy'ari yang membaca dengan indah, bahkan beliau memujinya. Maka hendaklah kita berusaha ketika membaca Al-Qur’an, kita indahkan bacaan kita tapi jangan berlebihan. 

Ustadz, maksudnya bagaimana "jangan berlebihan"? 
Jangan iramanya yang didahulukan, tajwidnya ditinggalkan. Kita benar tetap berusaha mengindahkan irama bacaan kita, tapi tetap memperhatikan tajwid. 

Kalau misalnya mad-nya thobi'i, dibaca mad thobi'i, jangan dipanjangkan. Dua ketukan dua ketukan, dua harakat ya dua harakat. Jangan jadi tiga harakat, jangan jadi empat harakat karena mengikuti irama. 

{ وَالشَّمْسِ وَضُحٰهَاۖ } 

Ini mengikuti irama. { وَضُحٰهَاۖ }  [ ح ] nya itu harusnya dua harakat, tidak bisa kita baca empat harakat. 

Maka jangan terlalu mengikuti irama sehingga mengorbankan tajwid. Kita jaga tajwid tapi kita perindah dengan irama. Irama yang mengikuti, bukan tajwid yang menjadi pengikut. 

Karena ana melihat beberapa orang demikian. Jadi karena ingin membaguskan atau mengindahkan irama bacaan Al-Qur’an sampa-sampai mengorbankan tajwid. Ini juga suatu kekeliruan. 

Membaca dengan tajwid sebagaimana dikatakan oleh para ulama qiroat, itu wajib, bagi yang mampu tentunya. Bagi yang tahu, itu wajib membaca Al-Qur’an dengan tajwid. 

Sedangkan mengiramakan Al-Qur’an itu sunnah. Membaca Al-Qur’an dengan irama yang indah itu sunnah, tidak sampai pada derajat wajib. Jangan sampai kita mendahulukan yang sunnah kemudian meninggalkan yang wajib . 

Kalau kita tidak bisa membaca dengan irama, kalau kita membaca dengan tajwid maka dahulukan tajwidnya. Dahulukan tajwidnya, walaupun iramanya kurang indah. Jangan sampai mendahulukan iramanya kemudian mengorbankan tajwidnya. 

_____ 

Demikianlah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Jalla wa 'Ala. 

InsyaaAllah kita akan lanjutkan pada kesempatan yang akan datang. 

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


══════ ∴ |GiS| ∴ ══════   

📣 Official Account Grup Islam Sunnah  

📱 Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
📷 Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
🌐 WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
📧 Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
🎥 YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Senin, 08 November 2021

Audio ke-82: Pembahasan Membaca Al-Qur'an dengan Tartil dan Memperbagus Suara ketika Membacanya Bag 04

╔══❖•ೋ°📖° ೋ•❖══╗
                     Whatsapp              
         Grup Islam Sunnah | GiS
          *☛ Pertemuan ke-82*
╚══❖•ೋ°👥° ೋ•❖══╝ 

🌏 https://grupislamsunnah.com/ 

🗓 SELASA
        04 Rabi'uts Tsani 1443 H
        09 November 2021 M

👤  Oleh: Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny M.A. حفظه الله تعالى 

📚    *Kitab Shifatu Sholatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Minattakbiri ilattaslim ka-annaka Taroha (Sifat Shalat Nabi mulai dari Takbir sampai Salamnya seakan-akan Anda Melihatnya) karya Asy Syekh Al-Albani -Rahimahullah.* 

💽  Audio ke-82: Pembahasan Membaca Al-Qur'an dengan Tartil dan Memperbagus Suara ketika Membacanya Bag 04 

══════════════════    

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن تبع هداه 

Kaum muslimin dan kaum muslimat yang saya cintai karena Allah, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama mengkaji sebuah kitab yang sangat bagus yang ditulis oleh Asy Syaikh Al Albani rahimahullah, yakni kitab Sifat Shalat Nabi atau sebagaimana judul aslinya Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Minattakbiri ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi Mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya).


Kita dalam pembahasan 

[ تَرتِيلُ القراءةِ وَتَحْسِيْنُ الصَّوْتِ بها ] 

"Membaca Al-Qur’an dengan tartil dan membaguskan suara ketika membaca Al-Qur’an" 

(Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan, -ed) 

وكان يأمر بالتغني بالقرآن فيقول : ❲ تعلموا كتاب الله، وتعاهدوه، واقتنوه، وتغنوابه، فو الذي نفسي بيده، لهو أشد تفلتا من المخاض في العقل ❳

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan, "Pelajarilah kitabullah, jagalah dia dengan biasa mengulang-ngulangnya, konsistenlah terhadapnya" 

[ وتغنوابه ] 

"Dan iramakanlah ia" (bacalah dengan irama yang indah), 

[ تغنوابه ] 
Bacalah dengan irama yang indah 

[ فو الذي نفسي بيده ] 

"Sungguh demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya" 

[ لهو أشد تفلتا من المخاض في العقل ] 

"Sungguh Al-Qur'an itu lebih cepat hilang dari hafalan melebihi unta hamil yang terlepas dari tali tambatannya." 

Makanya sering kali kita membaca Al-Qur'an, hari ini kita bisa menghafalnya; hari berikutnya kita sudah lupa lagi. Karena memang dikatakan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, "seperti unta betina yang sedang hamil dan lepas dari tali tambatannya". Ini gambaran unta yang sulit untuk dijaga untuk bisa tetap di satu tempat. Sering lari unta yang demikian. 

Sehingga wajar kalau kita menghafal Al-Qur'an kita cepat lupa. Apalagi kalau umurnya sudah kepala empat, sudah kepala lima; ini cepat hafal tapi cepat hilang. Semakin tua nanti semakin susah hafal, semakin cepat hilang. 

Kalau anak kecil, anak kecil itu susah hafal. Tapi kalau sudah hafal, dia lama hilangnya, kuat hafalannya. Semakin besar dia akan semakin cepat hafal, tapi kekuatan hafalnya semakin hilang. Nanti akan seperti itu. 

Jadi semakin tua, semakin cepat hafal, semakin cepat hilang. Nanti semakin tua lagi, susah lagi hafalannya,  tapi cepat hilangnya. 

Makanya yang masih-masih muda semangat untuk menghafal Al-Qur'an; yang tua juga jangan terus lemah atau down semangatnya. Dan cara untuk menyemangati kita untuk semangat menghafal Al-Qur'an adalah dengan memikirkan pahalanya. 

Pikirkan pahala bahwa ketika kita mengulang-ulang membaca Al-Qur'an, berapa pahala yang akan kita dapat? Satu hurufnya 10 kebaikan. 

Kalau misalnya kita tidak diberikan hafalan oleh Allah kecuali setelah mengulang 100 kali pun, kita tidak rugi. Karena setiap kita ulang, kita akan mendapatkan pahalanya. 

Ustadz, besoknya hilang lagi. Tidak masalah. Besoknya kita ulang lagi. Kita masih mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

ويقول : ❲ ليس منا من لم يتغن بالقرآن ❳ 

Dan Beliau pernah mengatakan, "Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak mengiramakan Al-Qur'an." 

Ini menunjukkan anjuran yang sangat kuat dari Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam agar ketika kita membaca Al-Qur'an kita mengiramakannya. Kita melakukannya; membaca dengan irama yang indah. 

ويقول : ❲ ما أذن الله لشيء ما أذن ( وفي لفظ: كأذنه) لنبي [ حسن الصوت ( وفي لفظ: حسن الترنم ) يتغنى بالقرآن [ يجهربه ] ❳ 

Kata Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Allah tidaklah mendengar sesuatu sebagaimana dia mendengarkan seorang nabi yang memiliki suara yang indah yang melakukan Al-Qur'an" 

Maksudnya hadits ini adalah Allah itu sangat senang sekali ketika mendengar seorang nabi membaca Al-Qur'an dengan irama yang sangat indah. 
Maksud dari hadits ini seperti ini. 

Allah sangat senang sekali, tidak ada yang lebih menyenangkan Allah Subhanahu wa Ta'ala melebihi pendengaran Allah Subhanahu wa Ta'ala ketika mendengar bacaan seorang nabi yang membaca Al-Qur'an dengan suara yang sangat indah. 

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga suaranya sangat indah, dan Beliau selalu mengiramakan Al-Qur'an. Beliau selalu membaca Al-Qur'an dengan irama yang sangat indah. 

_____ 

Demikianlah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Jalla wa 'Ala. 

InsyaaAllah kita akan lanjutkan pada kesempatan yang akan datang. 

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


══════ ∴ |GiS| ∴ ══════   

📣 Official Account Grup Islam Sunnah  

📱 Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
📷 Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
🌐 WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
📧 Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
🎥 YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Minggu, 07 November 2021

Audio ke-81: Pembahasan Membaca Al-Qur'an dengan Tartil dan Memperbagus Suara ketika Membacanya Bag 03

╔══❖•ೋ°📖° ೋ•❖══╗
                     Whatsapp              
         Grup Islam Sunnah | GiS
          *☛ Pertemuan ke-81*
╚══❖•ೋ°👥° ೋ•❖══╝ 

🌏 https://grupislamsunnah.com/ 

🗓 SENIN
       03 Rabi'uts Tsani 1443 H
       08 November 2021 M 

👤  Oleh: Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny M.A. حفظه الله تعالى 

📚    *Kitab Shifatu Sholatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Minattakbiri ilattaslim ka-annaka Taroha (Sifat Shalat Nabi mulai dari Takbir sampai Salamnya seakan-akan Anda Melihatnya) karya Asy Syekh Al-Albani -Rahimahullah.* 

💽  Audio ke-81: Pembahasan Membaca Al-Qur'an dengan Tartil dan Memperbagus Suara ketika Membacanya Bag 03 

══════════════════    

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن تبع هداه 

Kaum muslimin dan kaum muslimat yang saya cintai karena Allah, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama mengkaji sebuah kitab yang sangat bagus yang ditulis oleh Asy Syaikh Al Albani rahimahullah, yakni kitab Sifat Shalat Nabi atau sebagaimana judul aslinya Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Minattakbiri ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi Mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya).

Kita dalam pembahasan 

[ تَرتِيلُ القراءةِ وَتَحْسِيْنُ الصَّوْتِ بها ] 

"Membaca Al-Qur’an dengan tartil dan membaguskan suara ketika membaca Al-Qur’an" 

(Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan, -ed) 

و ❲ كان - أحيانا - يرجع ❳ صوته، 

Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam terkadang mentarji' suara Beliau. 

Tarji' di sini bisa diartikan mendendangkan suaranya; bisa diartikan ada lantunan suaranya; ada irama; meng-irama-kan suaranya. Ketika orang membaca dengan santai, di situ ada irama datang dengan sendirinya. Ketika orang sedang bahagia kemudian dia membaca Al-Qur'an, dia nikmati bacaannya akan keluar irama, irama bacaan Al-Qur'an. 

وكان - أحيانا - يرجع صوته 

Terkadang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengiramakan suaranya. 

كما فعل يوم فتح مكة وهو على ناقته 

Sebagaimana Beliau lakukan di hari pembukaan kota Makkah (di hari penaklukan kota Makkah) dan Beliau ketika itu sedang berada di atas untanya. 

يقرأ سورة { الفتح } [ قراءة لينة ] 

Beliau ketika itu membaca surat Al-Fath (ayat 1): 

{ اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًاۙ } 

Surat ini turunnya setelah Perjanjian Hudaibiyyah, sebelum Fathul Makkah. Tapi mengisyaratkan tentang kejadian Fathul Makkah. 

{ اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًاۙ } 

"Sungguh Kami telah membuka untukmu dengan pembukaan yang benar-benar nyata" 

Maksudnya membuka kemenangan. Setelah Perjanjian Hudaibiyyah turun ayat ini, padahal ketika Perjanjian Hudaibiyyah tersebut Mekah belum dibuka (belum ditaklukkan). 

Makanya Rasulullah mengulang membaca ayat ini kembali ketika peristiwa Fathul Makkah. Dan Beliau membaca dengan sangat bahagia. Beliau membacanya dengan bacaan yang lembut. 

وقد حكى عبد الله ابن مغفل تر جيعه هكذا ( آ آ آ) 

Dan Abdullah Ibnu Mughaffal mengisahkan bagaimana irama bacaan Beliau, seperti ini [ آ آ آ ] intinya ada irama suaranya. 

وكان يأمر بتحسين الصوت بالقرآن 

Dan dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan para sahabatnya untuk meng-indah-kan bacaan Al-Qur'annya (membaguskan suara) ketika membaca Al-Qur'an. 

Al-Qur'an itu sebenarnya sudah indah bahasanya dan kita diperintahkan untuk meng-indah-kan suara kita ketika kita membaca Al-Qur'an. 

فيقول: ❲ زينوا القرآن بأصواتكم ، 

Kata Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Indahkanlah, hiasilah Al-Qur'an dengan suara-suara kalian" 

[ فإن الصوت الحسن يزيد القرآن حسنا ] ❳ 

Karena suara yang bagus, suara yang indah itu menjadikan Al-Qur'an lebih indah. 

Suara yang indah menambah keindahan Al-Qur'an dan ini nyata. Kalau imam kita bacaan Al-Qur'annya enak didengar, kita bisa menikmati shalat tersebut, dan terasa indah Al-Qur'an itu. Berbeda kalau imam bacaannya berat, suaranya juga berat, kita juga merasakan beratnya shalat kita. 

Sehingga wajar kalau misalnya ada orang mencari-cari masjid karena bacaan Al-Qur'annya. Ini sesuatu yang alami. Tidak bisa kita cela orang yang demikian, karena dia ingin khusyuk di dalam shalatnya dan suara imam mempengaruhi kekhusyukan shalat. 

Kalau tujuannya adalah agar dia bisa khusyuk ketika shalatnya, ringan ketika shalatnya, maka tidak ada masalah karena memang Rasulullah Shalllahu 'alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk meng-indah-kan bacaan Al-Qur'an, agar menarik, agar Al-Qur'an menjadi lebih indah. Makanya tidak masalah kita mencari masjid yang bacaan Al-Qur'annya indah tapi tujuannya agar kita bisa lebih khusyuk di dalam shalatnya dan lebih menikmati ibadah kita. 

ويقول: ❲ إن من أحسن الناس صوتا بالقرآن، الذي إذا سمعتموه يقرأ حسبتموه يخشى الله ❳ 

Sesungguhnya di antara orang yang paling baik suaranya ketika membaca Al-Qur'an adalah orang yang apabila kalian mendengar bacaannya, kalian mengira orang ini benar-benar takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Dia menikmati bacaannya; dia merenungi bacaannya; menghayati bacaannya. Inilah orang yang paling bagus suaranya dalam membaca Al-Qur'an. Memang ada orang yang tidak menghayati bacaannya. Biasanya karena tidak paham apa yang dibaca. Atau memang dia sebenarnya paham tapi dia tidak konsentrasi. 

Kalau yang tidak paham, banyak ini, sehingga kadang-kadang berhenti pada tempat-tempat yang tidak pas untuk berhenti. Atau rukuk sebelum makna potongan Al-Qur'an yang dibaca itu sempurna. 

Makanya sebaiknya kita mengikuti tanda baca Al-Qur'an. Bagi yang belum paham arti, maka ikuti tanda baca yang ditulis oleh para ulama di mushaf. 

Kenapa menulis; ini ada waqof mim (م), ada waqaf jim (ج), ada waqaf shola (صلى), ada waqaf qola (قلى), kenapa demikian, ada saktah? Karena itu berhubungan dengan makna. Kalau kita membaca Al-Qur'an sesuai dengan tanda waqaf tersebut, maka bacaan kita akan sesuai dengan maknanya. 

Begitu pula tanda ruku' (ع) ini juga perlu diperhatikan bagi para imam. Berhentilah ketika tanda ruku' (ع) ada di situ. Kalau di mushaf dulu dikasih tanda  (ع). (ع) itu perwakilan dari kata ruku', karena ruku' akhirnya ada (ع), maka ditulislah (ع). Ruku' itu maksudnya di situlah berhenti, kemudian rukuk. 

Kalau di mushaf Madinah sekarang ada tanda khusus, sebelum ayat biasanya. Ada tanda ayatnya bulat, setelah itu ada tanda khusus. Itu tanda rukuk di situ, tanda untuk memulai di rakaat berikutnya. 

Demikianlah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Jalla wa 'Ala. 

InsyaaAllah kita akan lanjutkan pada kesempatan yang akan datang. 

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


══════ ∴ |GiS| ∴ ══════   

📣 Official Account Grup Islam Sunnah  

📱 Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
📷 Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
🌐 WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
📧 Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
🎥 YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Kamis, 04 November 2021

Audio ke-80: Pembahasan Membaca Al-Qur'an dengan Tartil dan Memperbagus Suara ketika Membacanya Bag 02

╔══❖•ೋ°📖° ೋ•❖══╗
                     Whatsapp              
         Grup Islam Sunnah | GiS
          *☛ Pertemuan ke-80*
╚══❖•ೋ°👥° ೋ•❖══╝

🌏 https://grupislamsunnah.com/ 

🗓 JUM'AT
        29 Rabi'ul Awwal 1443 H
        05 November 2021 M

👤  Oleh: Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny M.A. حفظه الله تعالى 

📚    *Kitab Shifatu Sholatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Minattakbiri ilattaslim ka-annaka Taroha (Sifat Shalat Nabi mulai dari Takbir sampai Salamnya seakan-akan Anda Melihatnya) karya Asy Syekh Al-Albani -Rahimahullah.* 

💽  Audio ke-80: Pembahasan Membaca Al-Qur'an dengan Tartil dan Memperbagus Suara ketika Membacanya Bag 02 

══════════════════    

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.

الْحَمْدُ لِلهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
 وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. 

Kaum muslimin dan kaum muslimat yang saya cintai karena Allah, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama mengkaji sebuah kitab yang sangat bagus yang ditulis oleh Asy Syaikh Al Albani rahimahullah, yakni kitab Sifat Shalat Nabi atau sebagaimana judul aslinya Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Minattakbiri ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi Mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya).

Kita dalam pembahasan 

[ تَرتِيلُ القراءةِ وَتَحْسِيْنُ الصَّوْتِ بها ] 

"Membaca Al-Qur’an dengan tartil dan membaguskan suara ketika membaca Al-Qur’an" 

(Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan, -ed) 

و ❲ كان يمد قراءته (عند حروف المد) ، فيمد { بسم الله } ، ويمد { الرحمن } ، ويمد { الرحيم } ❳ ، و { نضيد } ، وأمثالها. 

Beliau dahulu memanjangkan bacaan-bacaannya; ketika membaca huruf mad beliau memanjangkannya. 

Misalkan di sini,
فيمد { بسم الله } 

Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam membaca  { بسم الله } Beliau memanjangkan yang ada huruf mad-nya. 

'bismillaah' / { بسم الله } 

'la'-nya ( ل ) itu ada huruf mad-nya; dipanjangkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam. 

'bismillaah' / { بسم الله } 

Kalau diteruskan:
{ بسم الله الرحمن الرحيم }
'bismillaahirrahmaanirrahiim' 

Huruf mad-nya dijaga. 

ويمد { الرحمن }

Beliau membaca secara panjang kata { الرحمن } 

Huruf mad-nya di [ م ] : 'arrahmaan'  - dipanjangkan. 

ويمد { الرحيم } 

Juga memanjangkan huruf mad yang ada di kata { الرحيم } yaitu huruf [ ح ] nya 'arrahiim'. 

و { نضيد } 

Kata { نضيد } itu ada huruf mad-nya yaitu di huruf [ ض ] nya. Setelah huruf [ ض ] ada huruf mad, maka [ نضيد ] dibaca memanjang. 

وأمثالها
dan yang semisalnya. 

وكان يقف على رؤوس الآي كما سبق بيانه 

Dan dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam ketika membaca Al-Qur'an kebiasaan Beliau adalah membaca atau berhenti di setiap akhir ayat. 

Walaupun ayatnya pendek, Beliau tidak menyambungnya. Walaupun maknanya belum sempurna, Beliau tetap berhenti di situ. 

Makanya para sahabat tahu, ini di sini ayat, di sini ayat, di sini ayat. Kenapa? 
Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam selalu berhenti di situ. 

Ustadz, apa maksudnya "walaupun tidak sempurna ayatnya?" 
Ya, ada ayat-ayat yang tidak sempurna "maknanya" maksudnya. 
Seperti: 

{ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ } 

Ini maknanya belum sempurna tetapi di situ ayatnya berhenti. 

{ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ } 

"Sungguh celaka orang-orang yang shalat" (QS. Al-Maa'un: 4) 

Di sini makna belum sempurna tapi di situ Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam berhenti. 

Terusannya:
{ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَا تِهِمْ سَاهُوْنَ } 

"Yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya (dia tidak melakukan shalat)" (QS. Al-Maa'un: 5) 

Seperti misalnya,
{...لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ } 

Terusannya:
{ فِى الدُّنۡيَا وَالۡاٰخِرَةِؕ } 

"Agar kalian berpikir" (QS. Al-Baqarah: 219) 

Di sini berhenti padahal di sini belum sempurna, karena seterusnya terusan ayat ini atau setelahnya bunyinya: 

{ فِى الدُّنۡيَا وَالۡاٰخِرَةِؕ } 

"Di dunia dan di akhirat" (QS. Al-Baqarah: 220) 

"Agar kalian berpikir di dunia dan di akhirat" 

Tapi ayatnya
{ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ }
Kemudian
{ فِى الدُّنۡيَا وَالۡاٰخِرَةِؕ } 

Walaupun ayatnya pendek, berhentilah di situ. Walaupun maknanya belum sempurna tetap berhenti di situ kalau itu memang akhir ayat. 

Inilah yang disunnahkan. Bukan berarti kalau misalnya ada orang yang menyambung ayat menjadi berdosa, misalnya, atau tercela, tidak. Tapi inilah yang paling afdal sebagaimana dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam. 

______ 

Demikianlah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Jalla wa 'Ala. 

InsyaaAllah kita akan lanjutkan pada kesempatan yang akan datang. 

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ. 

══════ ∴ |GiS| ∴ ══════   

📣 Official Account Grup Islam Sunnah  

📱 Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
📷 Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
🌐 WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
📧 Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
🎥 YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Audio ke-79: Pembahasan Membaca Al-Qur’an dengan Tartil dan Memperbagus Suara ketika Membacanya

╔══❖•ೋ°📖° ೋ•❖══╗
                     Whatsapp              
         Grup Islam Sunnah | GiS
          *☛ Pertemuan ke-79*
╚══❖•ೋ°👥° ೋ•❖══╝

🌏 https://grupislamsunnah.com/ 

🗓 KAMIS
       28 Rabi'ul Awwal 1443 H
        04 November 2021 M

👤  Oleh: Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny M.A. حفظه الله تعالى 

📚    *Kitab Shifatu Sholatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Minattakbiri ilattaslim ka-annaka Taroha (Sifat Shalat Nabi mulai dari Takbir sampai Salamnya seakan-akan Anda Melihatnya) karya Asy Syekh Al-Albani -Rahimahullah.* 

💽  Audio ke-79: Pembahasan Membaca Al-Qur’an dengan Tartil dan Memperbagus Suara ketika Membacanya 
══════════════════    

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.

الْحَمْدُ لِلهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
 وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. 

Kaum muslimin dan kaum muslimat yang saya cintai karena Allah, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama mengkaji sebuah kitab yang sangat bagus yang ditulis oleh Asy Syaikh Al Albani rahimahullah, yakni kitab Sifat Shalat Nabi atau sebagaimana judul aslinya Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Minattakbiri ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi Mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya).


Kita dalam pembahasan 

[ تَرتِيلُ القراءةِ وَتَحْسِيْنُ الصَّوْتِ بها ] 

"Membaca Al-Qur’an dengan tartil dan membaguskan suara ketika membaca Al-Qur’an" 

Ketika kita shalat dan kita membaca Al-Qur’an maka disunnahkan/sangat dianjurkan bagi kita untuk membacanya dengan tartil. Jangan membaca dengan cepat dan usahakanlah membacanya dengan suara yang indah. Indahkan iramanya agar kita bisa menikmatinya. 

Kalau misalnya kita jadi imam, makmumnya juga bisa lebih tenang, lebih senang ketika mendengar suara kita. 

وكان ﷺ - كما أمره الله تعالى - يرتل القرآن ترتيلا، 

Dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam sebagaimana Allah perintahkan untuk membaca Al-Qur’an dengan tartil, maka Beliau praktekkan, yaitu dalam surat Al-Muzzammil. 

{ وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلا } 

"Bacalah Al-Qur’an dengan tartil"
(QS. Al-Muzzammil: 4) 

Dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam praktekkan hal itu. 

لا هذًّا ولا عجلة، 

Beliau membacanya; tidak membaca dengan cara yang cepat dan juga tidak tergesa-gesa. 

لا هذا
Tidak terlalu cepat bacaannya. 

ولا عجلة
Dan tidak tergesa-gesa. 

بل قراءة ❲ مفسرة حرفاً حرفاً ❳ 

Akan tetapi bacaan Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam adalah bacaan yang jelas huruf demi hurufnya.
Kelihatan huruf-hurufnya, kelihatan semuanya dengan sangat jelas. 

حتى ❲ كان يرتل السورة حتى تكون أطول من أطول منها ❳ 

Sampai-sampai Beliau ketika membaca dan mentartil (membaca dengan tartil) sebuah surat, sampai-sampai surat tersebut menjadi lebih panjang dari surat yang lebih panjang darinya. 

Maksudnya ketika Beliau membaca surat yang pendek dengan tartil, itu bisa lebih lama daripada membaca surat yang lebih panjang dari itu tapi tanpa tartil. Ini maksud dari perkataan ini. 

Karena saking (sangat) tartilnya bacaan Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam, sampai-sampai surat yang pendek itu dibaca oleh Beliau lebih lama daripada surat yang lebih panjang apabila tidak dibaca secara tartil. 

وكان يقول: ❲ يقال لصاحب القرآن : اقرأوارتق ورتل كما كنت تر تل في الدنيا، فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها ❳ 

Beliau dahulu pernah mengatakan, "Akan dikatakan kepada pemilik Al-Qur’an (orang yang senantiasa membaca, menghafal dan mengamalkannya): bacalah dan naiklah ke tingkatan-tingkatan surga." 

Nanti di surga orang-orang akan dikatakan demikian. Shahibul Qur’an: orang yang selalu membaca Al-Qur’an, menghafalkannya, mengamalkannya. Inilah Shahibul Qur’an, tidak hanya menghafal saja tapi ternyata tidak mengamalkannya dalam kehidupan. Inilah Shahibul Qur’an, sahabat Al-Qur’an, orang yang memiliki Al-Qur’an, ahlul Qur’an. 

Ini nanti di surga akan dikatakan kepadanya: 

❲ اقرأوارتق ❳ 

Bacalah dan setiap ayat angkat derajatnya.
Dipindahkan ke derajat yang lebih tinggi di surga, setiap ayatnya. 

❲ ورتل كما كنت تر تل في الدنيا ❳ 

Bacalah Al-Qur’an dengan tartil sebagaimana engkau dahulu di dunia membacanya dengan tartil. 

Ini menunjukkan ada keutamaan membaca Al-Qur’an dengan cara tartil. 

❲ فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها ❳ 

Karena kedudukanmu di surga nanti itu pada akhir ayat yang engkau baca. 

Makanya hafalkan Al-Qur’an selagi masih hidup. Nanti di surga membacanya tidak ada mushaf-nya, disuruh membaca dari hafalan. Dan hafalan kita akan menentukan derajat kita di surga. Oleh karenanya semangatlah dalam menghafal Al-Qur’an. 

Setelah -ketika- kita menghafal, juga usahakanlah untuk menerapkan isi Al-Qur’an tersebut dalam kehidupan kita, sehingga kita bisa dimasukkan ke dalam Shahibul Qur'an, sahabat Al-Qur’an, orang yang memiliki Al-Qur’an (Ahlul Qur'an). 


Demikianlah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Jalla wa 'Ala. 

InsyaaAllah kita akan lanjutkan pada kesempatan yang akan datang. 

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ. 

══════ ∴ |GiS| ∴ ══════   

📣 Official Account Grup Islam Sunnah  

📱 Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
📷 Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
🌐 WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
📧 Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
🎥 YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Selasa, 02 November 2021

Audio ke-78: Pembahasan Bacaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada Shalat Jum'at, Shalat 'Ied, dan Shalat Mayit

╔══❖•ೋ°📖° ೋ•❖══╗
                     Whatsapp              
         Grup Islam Sunnah | GiS
          *☛ Pertemuan ke-78*
╚══❖•ೋ°👥° ೋ•❖══╝ 

🌏 https://grupislamsunnah.com/ 

🗓 RABU
        27 Rabi'ul Awwal 1443 H
        03 November 2021 M 

👤  Oleh: Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny M.A. حفظه الله تعالى 

📚    *Kitab Shifatu Sholatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Minattakbiri ilattaslim ka-annaka Taroha (Sifat Shalat Nabi mulai dari Takbir sampai Salamnya seakan-akan Anda Melihatnya) karya Asy Syekh Al-Albani -Rahimahullah.* 

💽  Audio ke-78: Pembahasan Bacaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada Shalat Jum'at, Shalat 'Ied, dan Shalat Mayit 

══════════════════    

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ. 

الْحَمْدُ لِلهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. 

Kaum muslimin dan kaum muslimat yang saya cintai karena Allah, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama mengkaji sebuah kitab yang sangat bagus yang ditulis oleh Asy Syaikh Al Albani rahimahullah, yakni kitab Sifat Shalat Nabi atau sebagaimana judul aslinya Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Minattakbiri ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi Mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya).


▫️Kita dalam pembahasan bacaan Beliau di Shalat Jum'at. 

(Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan, -ed) 

❲ كان ﷺ يقرأ ــ أحيانا ــ في الركعة الأولى بسورة  { الجمعة } ، و في الأخرى : { إذا جاءك المنافقون } ❳ 

Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kadang kala di shalat Jum'atnya di rakaat pertamanya, Beliau membaca Al-Jumu'ah (satu setengah halaman) dan di rakaat kedua Beliau membaca Al-Munafiqun (ini juga satu setengah halaman). 

وأحيانا ❲ يقرأ في الأولى : { سبح اسم ربك الأ على } و في الثانية : { هَل اتاكَ } ❳ 

Kadang-kadang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di shalat Jum'atnya membaca Al-A'la di rakaat pertamanya, dan surat Al-Ghaasyiyah di rakaat keduanya. 

Dan itu yang biasa dan banyak dilakukan oleh para imam atau para khatib. Kebiasaan mereka membaca Al-A'la dan Al-Ghaasyiyah. Tidak masalah. Kalau mau memberikan variasi maka surat Al-Jumu'ah di rakaat pertama dan surat Al-Munafiqun di rakaat kedua. 

Tapi ini harus diperhatikan keadaan makmumnya, begitu pula keadaan cuaca. Jangan kalau sudah mendung membaca yang panjang, nanti kasihan makmumnya. Mereka juga tidak khusyuk ketika mereka takut kena hujan. Kalau Jum'atan biasanya jamaahnya banyak, sampai keluar. Kalau misalnya sudah mendung, langit-langit sudah hitam, jangan membaca yang panjang. Nanti malah makmumnya tidak khusyuk karena takut kena hujan. 

▫Yang berikutnya adalah bacaan Beliau di Shalat Hari Raya: Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. 

❲ كان ﷺ يقرأ ــ أحيانا ــ في الأولى { سبح اسم ربك الأ على } و في الأخر ى : { هَلْ اتاكَ } ❳ 

Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di shalat hari rayanya (shalat Ied) Beliau biasa membaca di rakaat pertamanya surat Al-A'la, di rakaat keduanya surat Al-Ghaasyiyah. 

و ــ أحيانا ــ  يقرأ فيهما بـ { ق والقرآن المجيد } و { اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ } 

Kadang-kadang Beliau membaca di dua rakaatnya surat Qaaf. 

Surat Qaaf ini hampir 3 halaman. Kira-kira 3 halaman kurang 3 baris. Ini surat Qaaf. 

{ و اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ } 

Dan Beliau membaca surat Al-Qamar. 

{ واقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ } 

Surat ini dua halaman setengah atau lebih, hampir 3 halaman juga. Ini juga sebagai variasi. Kalau ingin panjang maka lihat keadaan makmum atau lihat keadaan cuaca. Kalau misalnya makmumnya dilihat mereka masih segar, maka tidak masalah membaca yang panjang seperti ini. Kalau makmumnya sudah ingin bersegera untuk bubar, baca yang pendek. Diberikan pilihan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. 

▫️Kemudian yang terakhir dalam masalah bacaan shalat, beliau menutupnya dengan pembahasan Shalat Jenazah. 

Apa bacaan Beliau di shalat jenazahnya? 

❲ السنة  أن يقرأ فيها  بـ { فاتحة الكتاب } [ و سورة ] ❳ 

Yang disunnahkan untuk dibaca di shalat jenazah adalah Al-Fatihah. 
Dan beliau mengatakan [ و السورة ] . "Dan membaca surat setelahnya." 

Perkataan beliau "membaca surat setelahnya" ini, ada yang mengatakan bahwa ini tidak disunnahkan, karena tambahan ini tambahan yang [ شاذ ], tambahan yang ganjil. Ada yang mengatakan demikian. Tapi beliau menjawab perkataan tersebut dengan mengatakan: 

و ليست الز يادة شاذة كما زعم التو يجر ي 

Tidaklah tambahan ini tambahan yang ganjil sebagaimana dianggap atau dipahami oleh At-tuwaijiriy. 

Intinya beliau mengatakan bahwa di shalat jenazah itu, di samping kita disunahkan membaca Al-Fatihah, juga di sini masalahnya dikatakan As-sunnah. Tapi bisa dikatakan bahwa As-sunnah di sini adalah tuntunan. 

Kalau membaca Al-Fatihah itu kita katakan rukun dalam shalat, maka harusnya dikatakan Al-wajib. Tapi bisa juga dibenarkan dengan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan As-sunnah di sini bukanlah hukum fiqih, tapi As-sunnah di sini adalah tuntunan. Yang sesuai dengan tuntunan ketika shalat jenazah adalah dengan membaca Al-Fatihah dan surat. 

❲و يخافت فيها مخاففة ، بعد التكبيرة الأولى ❳ 

Dan ketika membaca Al-Fatihah Beliau memelankan suaranya. Dan bacaan Beliau Al-Fatihah tersebut dan surat itu, Beliau baca setelah takbir pertamanya. 

Inilah yang disebutkan oleh beliau dalam shalat jenazah. 

_____ 

Demikianlah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Jalla wa 'Ala. 

InsyaaAllah kita akan lanjutkan pada kesempatan yang akan datang. 

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ. 

══════ ∴ |GiS| ∴ ══════   

📣 Official Account Grup Islam Sunnah  

📱 Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
📷 Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
🌐 WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
📧 Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
🎥 YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Senin, 01 November 2021

Audio ke-77: Pembahasan Bacaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada Sholat Witir

╔══❖•ೋ°📖° ೋ•❖══╗
                     Whatsapp              
         Grup Islam Sunnah | GiS
          *☛ Pertemuan ke-76*
╚══❖•ೋ°👥° ೋ•❖══╝

🌏 https://grupislamsunnah.com/ 

🗓 SELASA
        26 Rabi'ul Awwal 1443 H
        02 November 2021 M

👤  Oleh: Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny M.A. حفظه الله تعالى 

📚    *Kitab Shifatu Sholatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Minattakbiri ilattaslim ka-annaka Taroha (Sifat Shalat Nabi mulai dari Takbir sampai Salamnya seakan-akan Anda Melihatnya) karya Asy Syekh Al-Albani -Rahimahullah.* 

💽  Audio ke-77: Pembahasan Bacaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada Sholat Witir 
══════════════════   

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.

الْحَمْدُ لِلهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
 وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. 

Kaum muslimin dan kaum muslimat yang saya cintai karena Allah, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama mengkaji sebuah kitab yang sangat bagus yang ditulis oleh Asy Syaikh Al Albani rahimahullah, yakni kitab Sifat Shalat Nabi atau sebagaimana judul aslinya Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Minattakbiri ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi Mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya).


Kita dalam pembahasan masalah shalat witir; bacaan-bacaan Beliau di shalat witir. 

(Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan, -ed) 

❲ و كان صلى الله عليه وسلم يقرأ في الركعة الأولى { سبح اسم ربك الأعلى } ، و في الثانية { قل ياأ يها الكافرون } 

Di dalam shalat witirnya, dahulu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam biasa membaca di rakaat pertamanya surat Al-A'la dan di rakaat keduanya surat Al-Kafirun. 

و في الثالثة { قل هو الله أحد } ❳ 

Di rakaat yang ketiga di shalat witirnya Beliau biasa membaca surat Al-Ikhlas. 

Makanya kalau di bulan Ramadhan di shalat witir, imam sering membaca tiga surat ini. Kenapa demikian? Karena memang seperti itulah dahulu bacaan shalat witirnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wasallam. 

و كان يضيف اليها أحيانا : { قل أعوذ برب الفلق } و { قل أعوذ برب الناس } 

Kadang-kadang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam menambahi surat Al-Ikhlas dengan bacaan surat Al-Falaq dan surat An-Nas. 

Jadi rakaat ketiganya Beliau membaca berapa surat? Tiga surat. Tapi ini kadang-kadang. 

❲ و مرة : قرأ في ركعة الوتر بمائة آية من { النساء } ❳ 

Suatu ketika Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wassalam pernah membaca di satu rakaat witirnya (berarti rakaat paling akhir -di satu rakaat witirnya) Beliau membaca 100 ayat dari surat An-Nisa. 

Makanya shalat witir ini juga kadang-kadang Beliau panjangkan, tapi seringnya Beliau ringkas. Seringnya Beliau ringkas, tapi kadang-kadang Beliau panjangkan. Mungkin masih banyak waktu untuk sampai ke Subuh, akhirnya Beliau panjangkan. 

و أما الركعتان بعد الوتر فكان يقرأ فيهما { إذا زلزلت الأرض } و { قل يا أيها الكافرون } 

Adapun dua rakaat setelah witir maka Beliau biasa membaca { إذا زلزلت الأرض }  
dan { قل يا أيها الكافرون }.

Dua rakaat setelah witir. Ini ada haditsnya, dan riwayatnya shohih, di Shahih Muslim. Dan hadits ini menjadi masalah ketika ada hadits lain yang berbunyi: 

❲ اجعلوا آخر صلا تكم بالليل وترا ❳ 

"Jadikanlah akhir shalat kalian itu shalat witir." 

Sedangkan di sini ada keterangan di Shahih Muslim mengatakan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam setelah shalat witir masih shalat 2 rakaat lagi dan bacannya: 
{ اِذَا زُلۡزِلَتِ الۡاَرۡضُ زِلۡزَالَهَا }
yaitu surat Al-Zalzalah dan surat Al-Kafirun. 

Makanya para ulama khilaf di sini, apa yang dimaksud dengan shalat dua rakaat setelah shalat witir ini. 

Ada yang mengatakan, ini benar-benar shalat malam. Dan ini menunjukkan bolehnya kita shalat malam setelah shalat witir. Maksudnya, boleh kita menjadikan shalat witir -misalnya di awal malam- kemudian di akhir malam kalau kita bangun, kita shalat lagi, shalat malam. Tidak ada masalah. Dalilnya hadits ini, bahwa ini dibolehkan. Ini menunjukkan bahwa hal ini dibolehkan, tapi bukan kebiasaan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam. Kebiasaannya, Beliau menjadikan akhir shalat malam Beliau itu shalat witir. 

Tapi kalau misalnya ada keadaan-keadaan tertentu, maka dibolehkan shalat setelah witir. Itu tidak diharamkan, bukan bid'ah. Buktinya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam pernah shalat dua rakaat setelah shalat witir. 

Makanya kalau ada orang yang kecapean, maka shalat witirlah sebelum tidur. Karena ditakutkan di akhir malam tidak bisa bangun. 

Kalau misalnya sudah shalat witir sebelum tidur, ternyata di akhir malam masih bangun, shalat malam tidak ada masalah. Shalat malam tapi jangan shalat witir lagi. Jangan shalat witir lagi. Karena ada hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang bunyinya: 

❲ لا وتران في ليلة ❳ 

"Tidak boleh ada dua witir dalam satu malam." 

Jadi di akhir malam kalau bangun lagi silahkan shalat malam dengan jumlah genap, jangan ganjil. Dalilnya hadits ini, diriwayatkan oleh Imam Muslim. 

Ada yang mengatakan bahwa dua rakaat ini sebenarnya adalah dua rakaat sebelum fajar. Shalat witir selesai, waktu fajar sudah datang. Kemudian Beliau shalat dua rakaat lagi untuk shalat sunnah fajarnya. 

Untuk yang kedua ini tidak ada masalah sama sekali dengan hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: 

❲ اجعلوا آخر صلا تكم بالليل وترا ❳ 

"Jadikanlah akhir shalat malam kalian adalah shalat witir." 

Tidak ada masalah dengan hadits itu. 

______ 

Demikianlah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Jalla wa 'Ala. 

InsyaaAllah kita akan lanjutkan pada kesempatan yang akan datang. 

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ. 

══════ ∴ |GiS| ∴ ══════   

📣 Official Account Grup Islam Sunnah  

📱 Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
📷 Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
🌐 WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
📧 Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
🎥 YouTube: bit.ly/grupislamsunnah